Film Sokola Rimba ditayangkan serentak di empat theater WTC 21 Kota Jambi. Film tersebut diputar dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN). Cerita dalam film itu sarat dengan unsur pendidikan dan kemanusiaan, dengan dialek asli Suku Anak Dalam.
Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih atas pembuatan film Sokola Rimba, terutama pada sutradara, produser dan para pemerannya. Penggagas film tersebut, Butet Manurung, juga ikut nonton bersama gubernur.
“Saya sebenarnya sedang berada di Jakarta. Tapi film ini mau diputar. Saya pulang subuh tadi ke Jambi supaya bisa sama-sama menontonnya,” ungkap HBA.
Film itu menceritakan anak rimba yang diusir oleh keluarga Temenggung, karena sekolah dianggap sebagai suatu penyakit. Tapi belakangan terbukti bahwa sekolah ada untungnya.
“Ini motivasi bagi generasi muda untuk berkarya dan berpartisipasi dalam pembangunan. Film ini sangat baik ditonton anak-anak sekolah untuk memotivasi belajar mereka,” ujar mantan Bupati Sarolangun itu.
Gubernur berharap apa yang dilakukan Butet Manurung dapat menginspirasi banyak orang untuk turut mencerdaskan bangsa dan mengabdikan diri pada masyarakat terkebelakang dari dunia pendidikan.
Seusai nonton bareng, Gubernur mengajak para pemain, produser, sutradara dan para warga SAD yang ikut menjadi pemeran dalam film Sokola Rimba makan siang bersama di rumah dinasnya.(infojambi.com/HUM/SAP)


